By Interlace Studies Bali
Panduan lengkap bagi mahasiswa internasional yang ingin mendapatkan Permanent Residency (PR) di Australia setelah lulus. Ketahui jalur, syarat, dan tips terbaru 2025 agar peluangmu makin besar!
Bagi banyak mahasiswa internasional di Australia, impian terbesar setelah lulus bukan hanya mendapatkan ijazah, tapi juga kesempatan untuk menetap dan bekerja secara permanen di negeri Kangguru. Jalur menuju Permanent Residency (PR) dari mahasiswa cukup populer karena membuka peluang karier dan kehidupan yang stabil di Australia.
Permanent Residency (PR) memberikan hak bagi pemegangnya untuk tinggal, bekerja, dan belajar di Australia tanpa batas waktu. Mahasiswa internasional sering memilih jalur ini karena:
Bisa melamar pekerjaan penuh waktu setelah studi.
Mendapat akses layanan kesehatan (Medicare).
Berpotensi mengajukan kewarganegaraan Australia setelah beberapa tahun.
Tergantung dari bidang studi dan keterampilan, ada beberapa jalur PR setelah studi di Australia yang paling umum :
Graduate Temporary Visa (subclass 485) → Memberi waktu 2–4 tahun untuk bekerja dan mengumpulkan pengalaman kerja di Australia.
Skilled Independent Visa (subclass 189) → Untuk mereka yang memiliki keahlian tinggi dan memenuhi skor poin imigrasi.
Skilled Nominated Visa (subclass 190) → Diajukan melalui nominasi dari pemerintah negara bagian.
Employer Sponsored Visa (subclass 186/187) → Jalur bagi mahasiswa yang telah bekerja dan disponsori oleh perusahaan Australia.
Untuk bisa mengajukan PR, biasanya kamu harus memenuhi kriteria berikut :
Usia di bawah 45 tahun.
Lulusan dari program yang terdaftar di CRICOS.
Telah menyelesaikan studi minimal 2 tahun di Australia.
Menguasai bahasa Inggris (IELTS 6.0 atau lebih tinggi).
Skills Assessment yang positif dari lembaga terkait bidang studi.
Memenuhi skor minimum dalam sistem Points Test (minimal 65 poin).
Skills Assessment adalah langkah wajib bagi hampir semua jalur PR berbasis keahlian Lembaga penilai tergantung pada bidang pekerjaan, misalnya:
Engineers Australia untuk jurusan teknik;
ACS (Australian Computer Society) untuk bidang IT.
VETASSESS untuk bidang non-teknis seperti administrasi, bisnis, dan pendidikan.
💡 Tips: Pastikan dokumen akademik dan pengalaman kerja sudah lengkap. Mintalah bantuan konsultan resmi agar tidak salah memilih kode ANZSCO.
Pemerintah Australia kini lebih fokus pada:
Menyederhanakan proses PR bagi lulusan yang bekerja di bidang priority skills list.
Memperpanjang masa berlaku Graduate Visa untuk beberapa jurusan tertentu.
Memperbarui kebijakan points-based system agar lebih transparan dan berbasis keterampilan nyata.
Berikut daftar dokumen yang wajib disiapkan (Home Affairs Checklist, 2025):
Paspor aktif.
Transkrip akademik dan ijazah.
Surat pengalaman kerja (jika ada).
Hasil tes bahasa Inggris (IELTS/PTE).
Hasil Skills Assessment.
Bukti keuangan dan asuransi kesehatan.
Surat nominasi (jika melalui subclass 190).
Q: Apakah semua jurusan bisa mengajukan PR? Tidak semua. Hanya jurusan yang masuk daftar Skilled Occupation List (SOL) yang bisa.
Q: Apakah pengalaman kerja di negara asal dihitung? Bisa, asalkan relevan dengan bidang studi dan disertai bukti resmi.
Q: Berapa lama proses pengajuan PR? Rata-rata antara 8–12 bulan, tergantung jenis visa dan kelengkapan dokumen.
✨ Interlace Studies Bali siap membantu kamu dari awal hingga visa disetujui! Mulai dari pengecekan kelayakan hubungan, penerjemahan dokumen resmi, hingga pendampingan lengkap selama proses aplikasi — semua dilakukan oleh tim berpengalaman yang paham seluk-beluk sistem imigrasi Australia.
📱 WhatsApp: wa.me/6285847419359 📘 Facebook: Interlace Bali 📸 Instagram: @interlacestudies.bali ▶️ YouTube: Interlace Studies Bali
✨ Bersama Interlace Studies Bali, wujudkan impian untuk hidup bersama pasanganmu di Australia — tanpa stres, tanpa bingung urus dokumen, dan peluang disetujui lebih besar!

